Kamis, 24 Maret 2011

SISTIMATIKA LAPORAN TRIWULAN I BAGI PENDAMPING KELOMPOK MASYARAKAT (PKM)



SISTIMATIKA LAPORAN TRIWULAN I
PENDAMPING KELOMPOK MASYARAKAT (PKM)

COVER


KATA PENGANTAR


DAFTAR ISI


BAB I. GAMBARAN LOKASI DESA/KELURAHAN MANDIRI ANGGUR MERAH
A.  KONDISI GEOGRAFIS
Berisi tentang:
-       Batas Desa dan Luas Wilayah
-       Iklim
-       Topografi desa (contohnya: daerah pantai, pegunungan, dataran, dsb)
B.  KONDISI DEMOGRAFIS
Berisi tentang:
-       Jumlah Penduduk menurut RT atau RW (kalau bisa dipisah Laki-laki dan Perempuan)
-       Jumlah Penduduk menurut Tingkat Pendidikan (kalau bisa dipisah Laki-laki dan Perempuan)
-       Jumlah Penduduk menurut Pekerjaan (kalau bisa dipisah Laki-laki dan Perempuan)
C.  POTENSI SUMBER DAYA ALAM
Berisi tentang sumber daya alam yang ada di desa:
-       Luas Hutan, lahan pertanian
-       Luas Lahan Penggembalaan
-       Jenis Tanaman yang hidup di desa
-        
D.  SARANA DAN PRASARANA
Berisi tentang:
-       Jumlah dan Kondisi Sarana Pendidikan (masing-masing tingkatan)
-       Jumlah dan Kondisi Sarana Kesehatan (termasuk petugas kesehatan)
-       Jumlah dan Kondisi Jalan (dipilah menurut jalan Negara, Provinsi, Kabupaten, jalan desa)
-       Jumlah dan Kondisi Sarana dan Prasarana Ekonomi (Misalnya: Pasar, Toko, Kios, dll)
-       Jumlah dan Kondisi Sarana Peribadahan (Gereja, Mesjid, dsb)
-       Jumlah Pemakai Energi Listrik (Pilah antara PLN dan Non PLN)
-       Sarana dan Prasarana Lain (jika belum tercover di atas)


BAB II. PROFIL KEGIATAN EKONOMI PRODUKTIF
Berisi tentang:
-       Jumlah dan kondisi Kegiatan ekonomi produkti yang ada di desa seperti pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, kerajinan, jasa, perdagangan dan industri.
-       Jumlah dan kondisi Koperasi yang ada di desa (menurut jenis)


BAB III. PROFIL KELOMPOK MASYARAKAT
A.  DATA KELOMPOK (dijabarkan masing-masing kelompok baik untuk penerima manfaat Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah maupun kelompok lain yang sudah terbentuk dari program lain)
-          Nama Kelompok
-          Jumlah Anggota Kelompok
B.  USAHA KELOMPOK (dijabarkan masing-masing kelompok baik untuk penerima manfaat Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah maupun kelompok lain yang sudah terbentuk dari program lain)
-          Jenis dan Bidang Usaha (misalnya, pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan, jasa, dsb)
-          Modal Awal Kelompok (menjelaskan tentang sumber dana awal pembentukan kelompok: dari Pemerintah, Inisiatif Kelompok, LSM, dll)
-          Rencana Pengembangan Usaha (berisi tentang rencana pengembangan kelompok kedepan jika sudah mendapat alokasi bantuan program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah


BAB IV. PELAKSANAAN
(berisi ringkasan kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan selama triwulan I (Januar-Maret), disertai dengan hambatan-hambatan selama melaksanakan tugas.


BABV. PENUTUP
(diakhiri dengan tanda-tangan PKM serta mengetahui Kepala Desa/Lurah)


PROPOSAL PERMOHONAN DANA ANGGUR MERAH DESA TERNAK KAMBING


Format Proposal Usaha Ternak Kambing dari Bank NTT
PROPOSAL PERMOHONAN DANA ANGGUR MERAH DESA/KELURAHAN…………………
(Komoditas Usaha Ternak Kambing)

I.           Identitas Desa/Kelurahan Pemohon
Nama Desa/Kelurahan                                        : ………………..
Alamat Desa/Kelurahan                                      : ………………..
Kepala Desa/Lurah                                              : ………………..
Nama Kelompok                                                  : ………………..
Anggota Kelompok                                              :
No
Nama Anggota
Sektor Usaha
1
…………………………………….
Ternak Kambing
2
…………………………………….
Ternak Kambing
3
…………………………………….
Ternak Kambing
4
…………………………………….
Ternak Kambing
5
…………………………………….
Ternak Kambing
6
…………………………………….
Ternak Kambing
7
…………………………………….
Ternak Kambing
8
…………………………………….
Ternak Kambing
9
Dst, ………………….
…………………………..

Pengurus Kelompok                                             :  - Ketua          : …………………..
                                                                                - Wakil          : …………………..
                                                                                - Sekretaris   : …………………..            
Pendamping Kelompok Masyarakat                   : ………………………………………….

II.         Ringkasan Permohonan Dana (menceritakan tujuan penggunaan dana dan identifikasi sektor usaha kelompok masyarakat di desa tersebut)
  1. Dengan ini kami mengajukan permohonan dana anggur merah untuk desa/kelurahan ………………… guna pembiayaan sektor usaha peternakan dengan komoditas usaha di desa kami adalah Ternak Kambing. Kelompok di desa ……………… sudah mengusahakan  kambing dengan cara tradisional yang diikat saja pada areal rumah. Kondisi wilayah desa yang mendukung ketersediaan pakan untuk kambing sangat ideal jika ternak kambing di desa ……………….. untuk dikembangbiakan lagi secara maksimal untuk mendapatkan hasil yang lebih baik guna peningkatan pendapatan kelompok. Rencananya usaha ternak kambing ini akan ditingkatkan lagi menjadi sistim usaha ternak kambing semi intensif atapun menjadi lebih intensif. Metode yang akan dijalankan adalah dengan pembuatan kandang yang ideal untuk kambing dan pembelian kambing betina untuk pengindukkan. Hasil produksi kambing dapat dipasarkan dan bernilai guna baik daging, susu, kotoran sampai dengan kulit kambing. Melalui metode yang akan dijalankan ini diharapkan pertumbuhan berat kambing mencapai 50 – 150 gram per hari. Dan 3 (tiga) hal pokok yang menjadi perhatian dalam menjalankan metode ini adalah bibit, makanan, dan pelaksanaan metode. Dengan adanya bantuan dana Desa Mandiri Anggur Merah, kelompok desa …………………….. berupaya untuk memanfaatkan dana secara optimal sehingga metode yang dijalankan mencapai hasil yang maksimal, untuk keberhasilan usaha ternak kambing yang dijalankan. Dana yang diminta per orangnya adalah sebesar Rp. 5.000.000,- per anggota kelompok. Rincian penggunaan dana dapat dilihat pada bagian analisa kebutuhan dana.
III.                Aspek Pasar dan Pemasaran
Pemanfaatan hasil produksi kambing bisa bermacam-macam mulai dari daging, susu, kotoran sampai dengan kulit kambingpun dapat dimanfaatkan. Untuk desa …………….. Penjualan daging kambing dilakukan di pasar-pasar tradisional desa. permintaan daging kambing tinggi pada waktu ada acara-acara seremonial di desa, dan juga upacara-upacara adat yang sering dilaksanakan. Pemanfaatan hasil produk lain belum memiliki pasar yang jelas, sehingga kelompok berusaha untuk mengembangbiakkan kambing lebih banyak lagi untuk dijual di pasar. Dengan berkembangnya usaha ternak kambing, harapan kelompok, nantinya pemanfaatan hasil produk seperti susu, dan kulit sudah dapat menghasilkan tambahan pendapatan.

IV.                Aspek Teknik Produksi



Pedoman teknis yang dijalankan :
    1. Jenis kambing asli di Indonesia adalah kambing kacang dan kambing peranakan etawa (PE)
    2. Bibit
      Pemilihan bibit diperlukan untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Pemilihan calon bibit dianjurkan di daerah setempat, bebas dari penyakit dengan phenotype baik.
      1. Indukan
        Umur berkisar antara > 12 bulan, (2 buah gigi seri tetap), tingkat kesuburan reproduksi sedang, sifat keindukan baik, tubuh tidak cacat, berasal dari keturunan kembar (kembar dua), jumlah puting dua buah dan berat badan > 20 kg.
      2. Pejantan
        Pejantan mempunyai penampilan bagus dan besar, umur > 1,5 tahun, (gigi seri tetap), keturunan kembar, mempunyai nafsu kawin besar, sehat dan tidak cacat.
    3. Pakan
      1. Ternak kambing menyukai macam-macam daun-daunan sebagai pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat).
      2. Pakan tambahan dapat disusun dari (bungkil kalapa, bungkil kedelai), dedak, tepung ikan ditambah mineral dan vitamin.
      3. Pakan dasar umumnya adalah rumput kayangan, daun lamtoro, gamal, daun nangka, dsb.
      4. Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3 % berat badan (dasar bahan kering) atau 10 - 15 % berat badan (dasar bahan segar)
    4. Indukan
      Selain campuran hijauan, pakan tambahan perlu diberikan saat bunting tua dan baru melahirkan, sekitar 1 1/2 % berat badan dengan kandungan protein 16 %.
    5. Kandang
      Pada prinsipnya bentuk, bahan dan konstruksi kandang kambing berukuran 1 1/2 m² untuk induk secara individu. Pejantan dipisahkan dengan ukuran kandang 2 m², sedang anak lepas sapih disatukan (umur 3 bulan) dengan ukuran 1 m/ekor. tinggi penyekat 1 1/2 - 2 X tinggi ternak.
    6. Pencegahan penyakit : sebelum ternak dikandangkan, kambing harus dibebaskan dari parasit internal dengan pemberian obat cacing, dan parasit eksternal dengan dimandikan.
Tiga Hal Pokok yang diperhatikan antara lain :
·         BIBIT
Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.
o   Ciri untuk calon induk:
§  Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
§  Jinak dan sorot matanya ramah.
§  Kaki lurus dan tumit tinggi.
§  Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
§  Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
§  Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.
o   Ciri untuk calon pejantan :
§  Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
§  Kaki lurus dan kuat.
§  Dari keturunan kembar.
§  Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

·         MAKANAN
Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
Cara pemberiannya :
o   Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
o   Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.







·         PELAKSANAAN METODE
1.      Kandang


2.      Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).
Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor
3.      Pengelolaan reproduksi
Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
a.      Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan
mencapai 55 - 60 kg.
b.      Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21 hari.
c.       Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila
dinaiki.
d.      Ratio jantan dan betina yang disunakan = 1 : 10
Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :
a.      Masa bunting 144 - 156 hari ( 5 bulan ).
b.      Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.
4.      Pengendalian Penyakit
Pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.
5.      Pasca Panen
Pengelolaan pasca panen diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi. Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.

V.                  ANALISIS KEBUTUHAN DANA PER ANGGOTA KELOMPOK
1.      Pengeluaran
a.      Bibit :
-          1 ekor bibit pejantan        = 1 x 400.000,-          = Rp.    400.000,-
-          6 ekor bibit betina            = 10 x 350.000,-        = Rp. 3.500.000,-
Subtotal  = Rp. 3.900.000,-        
     
-          Kandang                                                              = Rp.    700.000,-
-          Makanan                                                             = Rp.    200.000,-
-          Obat-obatan                                                        = Rp.    200.000,-
Subtotal   = Rp. 1.100.000,-
Total        = RP. 5.000.000,-

b.      Pemasukan
-          Penjualan anak : setelah 1 tahun rata-rata induk akan menghasilkan 2 ekor anak, jumlah anak yang bisa dijual selama 1 tahun adalah : 20 ekor.
Harga 1 ekor kambing anak : Rp. 200.000
20 ekor anak kambing menghasilkan : 20 x Rp. 200.000,- = Rp. 4.000.000,- untuk 1 tahun.
-          Dari induk : apabila pertambahan berat induk per hari adalah sebesar 50 kg/hari, maka selama 2 tahun :
Berat indukan menjadi : 10 ekor x 50 gram x 365 hari = 182,50 kg
Pemasukan dari penjualan daging           = 182,50 kg x Rp. 20.000/kg
= Rp. 3.650.000,-
Total pemasukkan             = Rp. 4.000.000,- + Rp. 3.650.000,-
                                          = Rp. 7.650.000,-

2.      Pemasukan / Keuntungan
a.      Total Pengeluaran = Rp. 5.000.000,-
b.      Total Pemasukkan = Rp. 7.650.000,-
c.       Keuntungan yang diperoleh = Rp. 2.650.000,- per 2 tahun.
Berdasarkan analisa kebutuhan dana per anggota kelompok, maka total dana yang diajukan untuk 8 (delapan) orang anggota kelompok adalah sebesar Rp. 40.000.000,- untuk kelompok masyarakat desa …………………………………

  

                                                                





FORMAT PROPOSAL PERMOHONAN DANA ANGGUR MERAH DESA SAPI POTONG


Format Proposal dari Bank NTT untuk Komoditas Usaha Ternak Sapi
PROPOSAL PERMOHONAN DANA ANGGUR MERAH DESA/KELURAHAN…………………
(Komoditas Usaha Ternak Sapi Potong)

I.           Identitas Desa/Kelurahan Pemohon
Nama Desa/Kelurahan                                        : ………………..
Alamat Desa/Kelurahan                                      : ………………..
Kepala Desa/Lurah                                              : ………………..
Nama Kelompok                                                  : ………………..
Anggota Kelompok                                              :
No
Nama Anggota
Sektor Usaha
1
…………………………………….
Ternak Sapi Potong
2
…………………………………….
Ternak Sapi Potong
3
…………………………………….
Ternak Sapi Potong
4
…………………………………….
Ternak Sapi Potong
5
…………………………………….
Ternak Sapi Potong
6
…………………………………….
Ternak Sapi Potong
7
Dst, ………………….
…………………………..

Pengurus Kelompok                                    :  - Ketua          : …………………..
                                                                      - Wakil          : …………………..
                                                                      - Sekretaris   : …………………..            
Pendamping Kelompok Masyarakat    : ………………………………………….

II.         Ringkasan Permohonan Dana (menceritakan tujuan penggunaan dana dan identifikasi sektor usaha kelompok masyarakat di desa tersebut)
Dengan ini kami mengajukan permohonan dana anggur merah untuk desa/kelurahan ………………… guna pembiayaan sektor usaha peternakan dengan komoditas usaha di desa kami adalah Ternak Sapi Potong. Pada saat ini, ternak sapi di desa …………………. Masih secara tradisional dengan melepas sapi mencari makan sendiri di areal desa yang memiliki kandungan pakan sapi yang banyak. Dengan cara tradisional ini, pengembangan usaha desa …………………….. belum optimal, sehingga upaya untuk pengembangan usaha menggunakan metode yang lebih intensif perlu dilakukan sehingga hasil usaha sapi potong menjadi lebih maksimal. Metode yang dilakukan adalah dengan penambahan pembelian bibit sapi potong yang baik, pembuatan kandang, pemberian pakan yang tepat, untuk hasil produksi yang maksimal, serta mengatasi kendala penyakit, dengan tujuan menghasilkan produksi daging sapi yang ideal, untuk siap dijual ke pasaran. Dengan adanya bantuan dana Anggur Merah, maka permohonan kelompok desa ………………….. adalah mendapatkan dana sebesar …………………….. per anggota kelompok untuk menjalankan metode pemeliharaan ternak sapi potong, adalah sebesar Rp.

III.       Aspek Pasar
Penjualan sapi potong di desa ……………………. kepada pengumpul. Dengan adanya pengumpul, penjualan sapi potong menjadi mudah, tidak perlu mencari-cari konsumen lagi. Dengan sering dilangsungkan acara seremonial di desa, dan juga upacara-upacara adat yang membutuhkan sapi, menyebabkan permintaan terhadap sapi potong di desa ………………. menjadi tinggi. Untuk menghadapi keadaan tersebut, usaha ternak sapi potong desa ………………… perlu dikembangkan dengan metode yang lebih intensif agar pemenuhan permintaan terhadap sapi potong dapat diatasi dan juga produk daging sapi yang dihasilkan kualitas dan mutunya lebih baik lagi. Untuk mewujudkan keingainan kelompok tersebut, maka dibutuhkan tambahan modal, sehingga rencana yang diinginkan dapat tercapai.

IV.       Aspek Teknik Produksi Sapi Potong



Usaha  penggemukan sapi potong memiliki prospek cerah karena beberapa negara Asean kini lebih menyukai sapi potong dari Indonesia. Dalam pemeliharaanpun relatif tidak begitu sulit karena jenis pakan yang dimakan sapi potong biasanya adalah rumput, jerami, bungkil pisang ataupun berbagai jenis dedaunan yang banyak tumbuh disekitar. Dengan ketersediaan padang rumput yang masih sangat luas peluang membuka usaha penggemukan sapi potong masih terbuka lebar. Pada lahan yang tidak begitu luas pun usaha ini masih dapat dilakukan yaitu dengan sistem atau teknik kereman” yaitu suatu cara pemeliharaan dikandang secara terus menerus dalam kurun waktu 4 sampai 12 bulan. Tujuan pemeliharaan sapi dengan cara ini adalah untuk meningkatkan atau menghasilkan daging yang relatif lebih cepat.
1.      Pemilihan Bakalan Sapi yang akan digemukkan
Pemilihan bakalan sapi memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman, Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :
-          Berumur di atas 2,5 tahun.
-          Jenis kelamin jantan.
-          Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi, pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
-          Tubuh kurus (bukan karena penyakit), tulang menonjol dan sehat.
-          Mata cerah dan bulu halus.
-          Kotoran normal

2.      Kandang
Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok.  Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

3.      Pakan
Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.  Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat.
Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan.  Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi. Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan. Oleh karena itu PT. NATURAL NUSANTARA membantu peternak dengan mengeluarkan produk VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak. 
VITERNA Plus merupakan nutrisi organik yang diolah dari bahan-bahan alami yang mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
a.      Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu NPK, Ca, Mg, Cl dan lain-lain. 
b.      Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.
c.      Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.
d.      Asam - asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.

4.      Pengendalian penyakit
Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan, karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :
a.      Pemanfaatan kandang karantina. Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.
b.     Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi, sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.
c.      Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax. Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.

5.      Produksi Daging
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah :
a.      Pakan
Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga sapi akan tumbuh lebih cepat dan sehat.
b.      Faktor Genetik
Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi.
c.       Jenis Kelamin
Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.
d.      Manajemen
Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat.


V.                  ANALISA KEBUTUHAN DANA
1.      Sapi per kandang : 2 ekor
2.      Masa penggemukan : 90 hari
3.      Harga bakalan : Rp. 2.500.000,-
4.      Harga jual : Rp. 4.500.000,-
5.      Biaya Pakan per hari Rp. 5.000 ,-
6.      Biaya kandang per ekor Rp.1.000.000 ,-
7.      Biaya obat per ekor Rp. 20.000 ,-
·         Pengeluaran
Biaya kandang                        : Rp. 1.000.000,-
Pembalian Bibit 2 ekor sapi    : Rp. 5.000.000,-
Biaya Pakan 3 bulan               : Rp. 1.500.000,-
Biaya Obat-obatan 3 bulan     : Rp.    200.000,-
                                  Subtotal : Rp. 7.700.000,-
·         Pemasukkan (1 sapi @ Rp. 4.500.000,-)
Penjualan 2 ekor sapi             : Rp. 9.000.000,-
·         Keuntungan 2 ekor sapi selama 3 bulan :
= Pemasukkan – pengeluaran
= Rp. 9.000.000,- - Rp. 7.700.000,-
= Rp. 1.300.000,-

Berdasarkan hasil perhitungan analisis kebutuhan dana 1 orang anggota kelompok, maka kebutuhan dana 1 orang anggota kelompok adalah sebesar : Rp. 7.700.000,-
Jadi total kebutuhan dana untuk 6 orang anggota kelompok desa ………………….. adalah sebesar Rp. 46.200.000,-